Apakah kamu member?

UNDANGAN TERBUKA UNTUK KESEMPATAN KEDUA BAGI PARA ORANGUTAN

Bekerja bersama dengan Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kami di Yayasan Penyelamatan Orangutan Indonesia (Yayasan BOS) telah berperan dalam mengubah kehidupan ribuan orangutan di Indonesia.

Sesungguhnya, tugas kami bukanlah pekerjaan yang menggembirakan, tetapi bersama kita harus bertindak untuk menyelamatkan orangutan dari kepunahan. Sejujurnya, dengan senang hati kami rela kehilangan pekerjaan, karena sudah pasti itu berarti para orangutan ini bisa hidup mandiri di hutan dan para induk orangutan dapat membesarkan bayi mereka sendiri di hutan. Namun, kenyataan yang saat ini dihadapi adalah lebih dari 300 orangutan yatim-piatu masuk ke pusat rehabilitasi kami belum genap berusia 1 tahun, dan hampir 900 orangutan berusia di bawah 3 tahun. Semua orangutan ini tanpa induk yang seharusnya merawat mereka di alam. Lebih dari 3 dekade telah Yayasan BOS lewati untuk belajar, tumbuh, dan bekerja demi memberikan kesempatan terbaik bagi setiap orangutan ini untuk hidup, bahkan jika itu berarti mereka harus dibesarkan oleh ibu asuh-manusia (babysitter). Meskipun tidak semua berhasil hidup tanpa induk mereka, tetapi sebagian besar para orangutan ini telah menjalani kehidupan mereka di pusat rehabilitasi dan ratusan orangutan telah berhasil kembali dilepasliarkan ke rumah sejati mereka di hutan.

Yayasan BOS sadar pekerjaan yang dilakukan ini bukan untuk semua orang, tetapi kami merasa sangat sedih dan terpukul mengetahui keputusan yang diambil oleh Kebun Binatang Basel untuk ‘menidurkan’ bayi orangutan yang baru berusia 4 hari karena kematian induknya yang terlalu cepat dan mendadak. Berdasarkan pengalaman kami, dengan sangat yakin kami dapat sampaikan bahwa seorang bayi orangutan dapat bertahan hidup meskipun tidak dirawat oleh induknya jika dirawat dengan baik. Bukan berarti kami juga menutup mata pada kemungkinan bahwa bisa jadi individu tersebut menunjukkan perilaku abnormal, berada pada risiko keterikatan yang lebih tinggi dengan manusia, dan harus berusaha lebih ketika bersosialisasi dengan orangutan lainnya karena pada kenyataannya rintangan ini memang tidak bisa dihindari.

Meskipun kami menyadari adanya kebun binatang yang telah berhasil membesarkan dan mengembalikan bayi orangutan ke dalam kelompok orangutan di waktu yang lalu, sekarang kami hendak menyampaikan undangan kepada mereka yang tidak dapat membesarkan bayi orangutan tanpa induk karena alasan apa pun. Kami menawarkan keahlian dan waktu kami, baik berkonsultasi jarak jauh ataupun langsung untuk mengajar di fasilitas Anda. Kami menawarkan rumah bagi bayi orangutan Kalimantan di sekolah hutan kami sehingga mereka dapat memiliki kesempatan untuk kembali ke hutan, tempat tinggal mereka. Kami bahkan akan merawat orangutan muda Sumatera dan Tapanuli sampai rumah yang tepat untuk mereka benar-benar tersedia untuk mereka di Sumatera. Pintu kami akan selalu terbuka untuk setiap orangutan yang ditinggal sendirian dan tanpa rumah.

Kami berharap kejadian tragis ini dapat menjadi pelajaran bagi asosiasi yang mengelola populasi orangutan di tempat penangkaran untuk memperbarui panduan dan protokol mereka. Akan lebih baik bagi mereka untuk memprioritaskan harapan daripada eutanasia, pun ketika tidak menjamin kesuksesan atas hasil perawatannya karena sekarang pun kami bahkan hanya mengharapkan bahwa satu-satunya primata yang Sangat Terancam Punah ini tidak dibuang.

AMBIL LANGKAH BERANI

Pelajari cara berperan aktif dalam masa depan pelestarian orangutan!

Mulai Sekarang

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup