PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Beberapa orangutan berhasil dilepasliarkan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di akhir tahun 2023 lalu. Pelepasliaran kali ini cukup menantang karena terbagi menjadi dua lokasi pelepasliaran yaitu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bemban dan Hiran.
Cinta, Liti, Ojes, dan Wanto sudah diberangkatkan bersama ke hutan yang berlokasi di DAS Bemban untuk dilepasliarkan terlebih dahulu. Setelah berhasil melepasliarkan keempat orangutan ini, keesokan harinya tim kami melakukan perjalanan kedua untuk membawa Fajar, Tomang, Lala, dan Fathia ke hutan di DAS Hiran. Fajar dan Tomang yang telah dilepasliarkan menghabiskan hari-hari mereka dengan berbagai aktivitas yang menarik.
Baca juga: PERJALANAN CINTA PULANG KE HUTAN
Tomang memiliki ciri khas dalam menghabiskan makanan yang diberikan oleh teknisi kami selama dirinya berada di pusat rehabilitasi. Ternyata kebiasaannya ini masih melekat meski ia telah dilepasliarkan. Tomang sempat ingin kembali ke kandang angkut yang berada di atas perahu untuk mencari sisa makanan yang ada. Namun, kehadiran orangutan lain membuatnya tetap berada di lingkungan baru dan beradaptasi bersama.
Berbeda dengan Fajar, orangutan betina lain yang ternyata ia terlihat aktif dalam pengamatan. Setelah diamati, Fajar cenderung lebih fokus untuk mengeksplorasi lingkungan barunya dan melakukan interaksi dengan orangutan lainnya. Tidak disangka, setelah itu Tomang terlibat dalam kopulasi yang cukup lama di tanah dengan Fajar. Kami berharap dengan adanya kopulasi ini dapat menambah anggota baru penghuni TNBBBR.
Baca juga: KANDIDAT PELEPASLIARAN ORANGUTAN KE-43 DARI NYARU MENTENG
Selama pengamatan awal pelepasliaran, Fajar terpantau mengkonsumsi makanan baru, seperti lunuk dan pakis bajei, serta membuat sarang baru sekitar 30 m ke dalam hutan. Dengan pengamatan yang menarik ini, kami berharap agar Tomang, Fajar, Lala, dan Fathia dapat terus berkembang dan berhasil beradaptasi sepenuhnya dalam kehidupan mereka di TNBBBR.
Anda juga bisa membantu kami membawa kembali orangutan rehabilitan menuju rumah ternyaman mereka di hutan dengan mendukung perjalanan pulang mereka!