Menjelang akhir tahun 2025, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) memindahkan dua individu orangutan dari kompleks individu ke Pulau Suaka #5. Pemindahan ini merupakan upaya peningkatan kesejahteraan orangutan unreleaseable atau orangutan yang tidak bisa dilepasliarkan kembali di pusat rehabilitasi Samboja Lestari. Dua individu orangutan, yakni Jujun dan Vera sebelumnya juga telah dipersiapkan untuk menghuni rumah baru mereka.
Persiapan Pulau Suaka #5: Lima Bulan Menuju Hunian Layak
Sebelum pemindahan dilakukan, Pulau Suaka #5 telah dikosongkan selama kurang lebih lima bulan. Masa ini dimanfaatkan untuk melakukan serangkaian perawatan dan peningkatan fasilitas guna memastikan pulau benar-benar aman dan layak dihuni untuk orangutan.
Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari pembangunan feeding platform dari kayu, perbaikan dan penambahan enrichment furniture, hingga penambahan struktur pengayaan yang mendukung perilaku alami orangutan. Pulau ini juga menjalani desinfeksi menyeluruh sebanyak dua kali, serta pemeriksaan sampel tanah dan air untuk memastikan kondisi lingkungan yang sehat.
Selain itu, tim juga melakukan pembersihan area dalam pulau dan sungai di sekitarnya, termasuk membersihkan lumut yang berpotensi mengganggu kualitas habitat. Seluruh tahapan ini menjadi bagian penting dari standar kesiapan pulau sebelum ditempati orangutan.
Proses Pemindahan Bertahap dan Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh
Pada 10 Desember 2025, setelah Pulau 5 dinyatakan siap, proses pemindahan orangutan dilakukan secara bertahap oleh tim teknisi menggunakan perahu.
Vera menjadi individu pertama yang dipindahkan. Sebelum keberangkatan, ia menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap, meliputi pemeriksaan X-ray, mata dan gigi, pengambilan sampel bronchoalveolar lavage, sampel darah, swab nasofaring, serta pemasangan implant KB sebagai bagian dari manajemen populasi. Pemindahan selanjutnya dilakukan terhadap Jujun. Selain pemeriksaan kesehatan yang sama, tim juga melakukan pengukuran tubuh untuk melengkapi data kesehatannya.
Jujun dan Langkah Pertama Menghuni Pulau Orangutan
Bagi Vera, Pulau Orangutan bukanlah pengalaman baru. Sebelumnya, Vera pernah menghuni Pulau Suaka #4. Ia dipindahkan kembali ke Kandang Individu karena adanya perawatan pulau.
Namun, berbeda halnya dengan Jujun. Pemindahan ini menjadi pengalaman pertamanya menghuni Pulau Orangutan. Jujun merupakan orangutan jantan yang diserahkan oleh warga Banjarbaru, Kalimantan Selatan, saat berusia sekitar 4–5 tahun. Sejak tiba di Wanariset dan kemudian dipindahkan ke Samboja Lestari, Jujun lebih banyak menjalani hidupnya di dalam kandang.
Jujun juga memiliki riwayat gangguan pernafasan yaitu Orangutan Respiratory Disease Syndrome (ORDS) sejak tahun 2017. Meski demikian, hingga tahun 2025 ini, kondisinya stabil dan tidak menunjukkan kekambuhan. Kini, di usia 27 tahun, kepindahan Jujun ke Pulau 5 menjadi sebuah awal baru dan menjadi kesempatan untuk dirinya merasakan udara bebas dan lingkungan yang lebih alami tanpa terhalang jeruji kandang.
Komitmen untuk Kesejahteraan Orangutan
Pemindahan orangutan ke Pulau Orangutan mencerminkan komitmen Yayasan BOS dalam meningkatkan kualitas hidup orangutan selama berada di pusat rehabilitasi. Ini juga termasuk memberikan kesempatan kepada orangutan yang tidak bisa dilepasliarkan untuk menjalani kesempatan keduanya sebagai orangutan sejati di habitat semi liar.