Apakah kamu member?

ACT FOR ORANGUTANS: THEIR FOREST, OUR FUTURE. “MEMPERINGATI HARI ORANGUTAN SEDUNIA 2026”


Hari Orangutan Sedunia 2026 ajak publik lindungi orangutan demi masa depan hutan kita.

Dalam rangka memperingati Hari Orangutan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 19 Agustus, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS), bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, Taman Nasional Sebangau, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), serta berbagai mitra konservasi nasional dan internasional, mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil aksi nyata bagi orangutan dan hutan Indonesia melalui tema “Act for Orangutans: Their Forest, Our Future.”

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan orangutan tidak dapat dipisahkan dari masa depan hutan Indonesia. Hutan merupakan rumah bagi orangutan sekaligus penyangga kehidupan melalui penyediaan air bersih, penyimpanan karbon, pengaturan iklim, serta perlindungan keanekaragaman hayati yang menjadi warisan bagi generasi mendatang. Sebagai penyebar biji secara alami, orangutan juga berperan dalam membantu regenerasi hutan. Ketika hutan tetap terjaga, orangutan dapat terus menjalankan perannya dalam ekosistem sekaligus manusia dapat terus memperoleh manfaat dari fungsi ekologis hutan.

Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari hilangnya habitat, perdagangan satwa liar ilegal, kebakaran hutan, hingga konflik antara manusia dan satwa liar, konservasi orangutan membutuhkan lebih dari sekadar kepedulian. Dibutuhkan aksi nyata dan konsisten dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, sektor swasta, masyarakat lokal, hingga individu.

Momentum Hari Orangutan Sedunia 2026 menjadi ajakan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong setiap orang untuk mengambil peran sesuai dengan kapasitasnya. Menjaga hutan, tidak membeli atau memelihara satwa liar yang dilindungi, mendukung upaya konservasi yang bertanggung jawab, serta melaporkan perdagangan satwa liar merupakan beberapa bentuk aksi yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi orangutan dan habitatnya.

KEPALA  BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM (BKSDA) KALIMANTAN TENGAH, ANDI MUHAMMAD KADHAFI, S.HUT., M.SI., menyampaikan, “Hari Orangutan Sedunia mengingatkan kita bahwa masa depan orangutan sangat ditentukan oleh tindakan yang kita ambil hari ini. Upaya penyelamatan, rehabilitasi, penanganan konflik manusia dan orangutan, serta penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar merupakan bagian dari tanggung jawab yang terus kami jalankan bersama berbagai pihak. Namun, keberhasilan konservasi tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat. Setiap langkah untuk menjaga hutan, menghentikan perdagangan satwa liar, dan menghormati keberadaan orangutan di habitat alaminya merupakan kontribusi nyata bagi masa depan keanekaragaman hayati Indonesia.”

KEPALA  BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM (BKSDA) KALIMANTAN TIMUR, M. ARI WIBAWANTO, S.HUT., M.SC., menambahkan, “Orangutan hanya dapat bertahan apabila hutan tempat mereka hidup tetap terjaga. Oleh karena itu, perlindungan kawasan konservasi, pemulihan habitat, dan pengelolaan bentang alam secara berkelanjutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya konservasi. Tema ‘Their Forest, Our Future’ mengingatkan bahwa ketika kita menjaga hutan sebagai rumah orangutan, pada saat yang sama kita juga menjaga fungsi ekologis yang menopang kehidupan manusia, baik hari ini maupun di masa mendatang.”

DR. IR. JAMARTIN SIHITE, M.SC., KETUA PENGURUS YAYASAN BOS, menekankan, “Tema 'ACT FOR ORANGUTANS: Their Forest, Our Future' ​​bukan sekadar slogan. Ini adalah panggilan untuk bertindak, karena masa depan orangutan ditentukan oleh keputusan yang kita ambil hari ini.  Setiap pohon yang tetap berdiri, setiap hutan yang kita lindungi, dan setiap orangutan yang kembali hidup bebas adalah hasil dari aksi nyata, ilmu pengetahuan, dedikasi, dan kolaborasi. Di Yayasan BOS, kami menyaksikan bahwa menyelamatkan satu individu orangutan bukan pekerjaan sehari atau setahun. Dibutuhkan bertahun-tahun untuk memulihkan mereka dari konflik dan mengembalikan mereka ke alam. Namun, pelepasliaran bukanlah akhir. Kita harus memastikan hutan tetap ada, tetap sehat, dan tetap menjadi rumah bagi mereka.

Karena ketika kita melindungi hutan untuk orangutan, sesungguhnya kita sedang melindungi masa depan kita sendiri. Saatnya tidak hanya peduli, Saatnya bertindak.”

Melalui Hari Orangutan Sedunia 2026, Yayasan BOS mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil aksi nyata sesuai dengan peran masing-masing. Setiap keputusan yang mendukung kelestarian hutan dan perlindungan satwa liar dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk memastikan orangutan tetap memiliki rumah di alam. Karena ketika kita menjaga hutan untuk orangutan, kita juga menjaga masa depan bersama.

Yayasan BOS menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh mitra kami, termasuk BOS Australia, BOS Jerman, BOS Selandia Baru, BOS Swiss, BOS Inggris, BOS Amerika Serikat, BOS Prancis, BOS Jepang, dan Save the Orangutan, serta para pendukung kami di seluruh dunia, termasuk Orangutan Outreach. Dukungan dari para mitra dan donor individu dari berbagai penjuru dunia telah berkontribusi besar dalam memungkinkan upaya penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran, serta perlindungan habitat orangutan di Indonesia terus berjalan.

*Foto/video dokumentasi dapat diunduh di tautan Google Drive [di sini]

INFORMASI LEBIH LANJUT:

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan 

Dr. Ristianto Pribadi, S.Hut., M.Tourism. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah

Andi Muhammad Kadhafi, S.Hut., M.Si. - 082158564609

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur

M. Ari Wibawanto, S.Hut., M.Sc. – 081320973109

Komunikasi BOS Foundation

Nur Furqon Bahmid – 087874728242

Editors Note :

TENTANG YAYASAN BOS

Didirikan pada 1991, Yayasan BOS adalah sebuah organisasi non-profit Indonesia yang didedikasikan untuk konservasi orangutan kalimantan dan habitatnya, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, masyarakat setempat, dan organisasi mitra internasional.

Yayasan BOS selain melakukan berbagai kegiatan yang mencakup konservasi habitat, pengembangan masyarakat yang berkelanjutan, dan program pendidikan lingkungan, saat ini merawat lebih dari 300 orangutan di dua pusat rehabilitasi orangutan. Hal ini dapat terlaksana dengan dukungan dari 400 karyawan yang berdedikasi tinggi, serta juga para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, komunikasi, edukasi, dan kesehatan orangutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.orangutan.or.id 

*Foto/video dokumentasi dapat diunduh di tautan Google Drive [di sini]



KAMI JUGA MENYARANKAN

MENANDAI HARI PRIMATA INTERNASIONAL, DELAPAN ORANGUTAN HIDUP BEBAS DI TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA

Delapan orangutan hasil program rehabilitasi akan kembali dipulangkan ke habitatnya dalam memperingati International Primate Day atau Hari Primata Internasional yang jatuh tanggal 1 September setiap tahun. Pelepasliaran ini adalah hasil kerja sama Ya

YAYASAN BOS TERUS BEKERJA DI TENGAH KONDISI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SERTA KABUT ASAP DI KALIMANTAN

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menerpa Kalimantan dan sejumlah wilayah lain di tanah air. Di tengah kondisi yang membahayakan ini, Yayasan BOS bersama para pemangku kepentingan terus bekerja keras melindungi dan merehabilitasi orangutan

LAHAN SAMBOJA LESTARI DISERANG PEMBALAKAN LIAR DAN API

Tidak hanya kebakaran, kini upaya pelestarian orangutan dan habitatnya kembali menghadapi ancaman baru: pembalakan liar. Yayasan BOS meminta dukungan berbagai pihak untuk membantu kami menghadapi hal ini.

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup