PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Di penghujung tahun 2015 ini, Yayasan BOS melepasliarkan 4 orangutan Kalimantan Timur dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen.
Joni adalah orangutan jantan yang disita Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah II di Tenggarong dari seorang warga di Samarinda, Kalimantan Timur. Ia diserahkan ke Samboja Lestari untuk menjalani proses rehabilitasi pada 11 Maret 2014 saat usianya 6 tahun.
Satu tahun menjalani rehabilitasi di BOS Foundation Samboja Lestari, Joni menjadi siswa Sekolah Hutan Level 2 yang mandiri dan dikenal sebagai penjelajah yang handal. Ia sangat aktif beraktivitas di atas pohon dan sangat pandai dalam mengenali pakan alaminya. Joni juga seringkali bermalam di hutan.
Orangutan jantan yang menawan dengan rambut tipis berwarna coklat kehitaman ini kini berusia 7 tahun dengan berat badan 21 kg. Kini tinggal menghitung hari untuk membuktikan kemampuan dan kemandiriannya sebagai orangutan liar sejati di Hutan Kehje Sewen.
Hanung masuk ke Samboja Lestari pada tanggal 28 Juni 2007, setelah diserahkan oleh seorang warga di Balikpapan. Saat itu orangutan jantan ini masih berusia 1 tahun. Selepas masa karantina, Hanung mengikuti grup Sekolah Hutan untuk mendapatkan kembali kemampuan dan perilaku alaminya.
Orangutan jantan dengan rambut tipis berwarna coklat kehitaman dan memiliki janggut tebal berwarna kemerahan ini mudah bergaul dengan orangutan lainnya dan suka bila sedang berkumpul dengan teman-temannya. Ia sangat aktif dan suka menjelajah. Meskipun ramah, ia tidak suka bila ada orangutan lain yang mengganggu atau merebut makanannya.
Hanung kini berusia 9 tahun dengan berat badan 31 kg. Orangutan jantan yang memiliki tatapan mata yang tajam dan berwibawa ini akan segera berangkat ke Hutan Kehje Sewen untuk menjalani hidup barunya sebagai orangutan liar sejati.
Teresa adalah orangutan betina yang disita oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah II di Tenggarong dari seorang warga Kecamatan Muara Wahau, Kalimantan Timur pada tanggal 18 Juni 2010. Saat tiba di Samboja Lestari, usianya 2 tahun, dan mengawali proses rehabilitasi di Samboja Lestari dengan belajar di Sekolah Hutan.
Pelajaran membuat sarang, mengenal musuh alami, dan mencari pakan alami telah dikuasai dengan baik oleh Teresa. Selain itu rasa ingin-tahunya yang besar membuatnya aktif menjelajahi sekolah hutan di Samboja Lestari.
Orangutan yang memiliki paras cantik ini kini berusia 7 tahun dengan berat badan 29 kg. Setelah 5 tahun menjalani proses rehabilitasi di Samboja Lestari, Teresa akan mendapatkan kesempatan menikmati kebebasan sejati sebagai orangutan yang sebenarnya. Teresa dan Bungan akan segera “pulang kampung”!
Bungan masuk ke Samboja Lestari pada tanggal 24 Mei 2007, setelah diserahkan oleh seorang warga di Kecamatan Muara Wahau, Kalimantan Timur. Saat itu orangutan betina ini masih berusia 1 tahun.
Bungan tumbuh menjadi orangutan betina yang mandiri dan tangguh. Kemampuan Bungan di Sekolah Hutan cepat berkembang. Ia pintar memilih pakan alaminya, membuat sarang, dan banyak beraktivitas di pepohonan. Ia seringkali mengajari orangutan yang lebih muda darinya.
Bungan yang memiliki paras cantik dengan rambut tebal berwarna coklat kehitaman ini kini berusia 9 tahun dengan berat badan 32 kg. Selama delapan tahun tinggal di Samboja Lestari, Bungan telah mempelajari banyak ketrampilan bertahan hidup di hutan. Kini tinggal menghitung hari untuk membuktikan kemampuan dan kemandiriannya sebagai orangutan liar sejati di Hutan Kehje Sewen. Bungan yang gemar bermain air ini akan “pulang kampung” bersama sahabatnya Hanung dan berkumpul kembali dengan Leonie dan Long yang sudah lebih dulu dilepasliarkan.