PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Pada minggu ini, Tim PRM kami di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen berpatroli di Peapong. Di sana beberapa kali kami mencoba cek sinyal orangutan, tetapi tidak berhasil. Setelah berjalan di sepanjang tepi sungai untuk sementara waktu, kami melihat ada pergerakan dari seberang sungai. Ternyata dia adalah Casey!
Kami terakhir melihat Casey pada bulan Agustus 2015 lalu, ketika ia sedang bersama Lesan. Kami sangat bersemangat untuk mengobservasinya dan dengan cepat mengambil lembar pengamatan kami untuk memulai mengamatinya selama dua jam.
Casey terlihat sangat sehat dan badannya terlihat lebih berisi. Ini menunjukkan bahwa ia dapat hidup bahagia dan sejahtera di Hutan Kehje Sewen.
Saat itu Casey terlihat banyak sekali makan umbut-umbutan, dan kemudian beristirahat sejenak.
Setelah beberapa menit beristirahat, hujan mulai turun dan Casey duduk di atas cabang mengambil beberapa ranting berdaun dan membentuknya seperti payung. Casey sudah menjadi orangutan liar yang hidup di Kehje Sewen hampir 4 tahun, dan jelas dia telah beradaptasi di lingkungannya sebagai orangutan liar mandiri yang mengagumkan.
Hujan mereda, tapi langit semakin gelap dan suara gemuruh di langit sudah mulai bersaut-sautan. Kami pun menyudahi observasi terhadap Casey dan kembali pulang ke Camp Lesik untuk membagikan informasi ini dengan seluruh tim.
Sangat senang dapat kembali melihat Casey yang begitu aktif beraktivitas di Hutan Kehje Sewen.