KEKUATAN KITA, PLANET KITA
Setiap tanggal 22 April, jutaan orang di seluruh dunia berhenti sejenak untuk mengingat satu hal sederhana sekaligus penting: Bumi adalah rumah kita bersama.
Hutan menyimpan berbagai hal yang bernilai tinggi bagi manusia, dan banyak di antaranya belum terungkap tuntas. Di Pulau Juq Kehje Swen, Kalimantan Timur, tim kami juga menemukan satu hal yang bisa sangat bermanfaat bagi kita. Apakah gerangan hal tersebut?
Terletak sekitar 10 kilometer dari hutan Kehje Sewen, Juq Kehje Swen adalah pulau berhutan seluas 82,84 hektar hasil kerja sama antara BOS Foundation dan PT. Nusaraya Agro Sawit (NUSA). Pulau ini dimanfaatkan untuk menampung orangutan yang tengah menjalani tahap pra-pelepasliaran. Saat ini, di pulau tersebut ada dua orangutan, yaitu Desi dan Kimi. Desi telah melengkapi proses Sekolah Hutan di Samboja Lestari dan kini menjalani pra-pelepasliaran, sementara Kimi adalah orangutan liar yang hidup di hutan pulau tersebut.
Tim kami yang memantau di Pulau Juq Kehje Swen tak hanya melakukan pengamatan atas kedua orangutan tersebut, namun juga melakukan survei fenologi untuk mengumpulkan data tumbuhan dan perkembangannya. Saat melakukan survei inilah tim PRM kami mencatat adanya harta karun tersembunyi, sejenis tumbuhan obat yang berkhasiat luar biasa, Senna alata atau dalam bahasa lokal dikenal sebagai ketepeng cina. Tumbuhan ini ditemukan di sepanjang tepi sungai Wahau, namun kami duga banyak tumbuh juga di tempat lain.
Menurut berbagai sumber, daun ketepeng cina ini memiliki manfaat medis yang luar biasa dan beragam. Ia bisa digunakan sebagai obat pencahar, obat cacing, mengobati jamur kulit, diabetes, radang sendi, mencegah kanker, sampai mencegah kerusakan hati. Khasiat beragam ini diduga akibat kandungan macam-macam zat dalam daun segar ketepeng cina, mencakup tanin, fenolat, asam sinamat, saponin, alkaloid, flavonoid, kuinon, dan glikosida antrakuinon.
Saat ini masih banyak penelitian yang dilakukan untuk mengupas tuntas manfaat daun tumbuhan liar yang satu ini. Namun, masyarakat setempat sudah lama menggunakannya untuk mengobati gatal-gatal pada kulit, malaria, atau sariawan. Umumnya, orang-orang tua di Kalimantan menghangatkan beberapa lembar daun, lalu ditumbuk dan dioleskan ke kulit yang gatal. Untuk penyakit dalam atau sariawan, daun ketepeng cina ini direbus, dan air hasil rebusannya bisa diminum atau dikumur sebagai obat.
Begitu banyaknya manfaat medis tanaman ini menunjukkan bahwa hutan dan isinya menyimpan manfaat yang tak ternilai bagi manusia. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melestarikan hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya!