KEKUATAN KITA, PLANET KITA
Setiap tanggal 22 April, jutaan orang di seluruh dunia berhenti sejenak untuk mengingat satu hal sederhana sekaligus penting: Bumi adalah rumah kita bersama.
Di Suaka Beruang Madu Samboja Lestari, setiap beruang memiliki kisahnya sendiri. Hingga saat ini, Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) melalui Samboja Lestari merawat sekitar 75 beruang madu, masing-masing dengan perjalanan hidup yang berbeda. Sebagian dari mereka masih muda dan aktif menjelajah enklosur, sementara sebagian lainnya telah memasuki fase kehidupan yang lebih tenang, yaitu masa tua.
Dalam dunia konservasi, fase kehidupan beruang madu dibagi menjadi beberapa tahap berdasarkan usia. Mulai dari bayi (0–1 tahun), remaja (sekitar 2 tahun), dewasa awal (3–6 tahun), hingga dewasa yang terbagi dalam beberapa tahap reproduktif. Tahap terakhir adalah fase geriatrik, yaitu ketika beruang berusia lebih dari 30 tahun. Pada fase ini, metabolisme tubuh mulai melambat, energi berkurang, dan tanda-tanda penuaan mulai terlihat.
Tidak semua beruang madu dapat mencapai usia ini. Namun di Samboja Lestari, terdapat sekitar 15 beruang madu yang telah memasuki fase geriatrik, termasuk Anggi, Kiki, Apang, Icak, Gede, Petung, Banjar, Feri, Paul, Dani, Bunga, Bento, Bali, Gendut, dan Jeni. Bagi mereka, masa tua bukan berarti berhenti mendapatkan perhatian. Justru pada tahap ini, tim medis dan teknisi memberikan perawatan yang lebih intensif dan penuh kesabaran.
Beruang madu yang telah memasuki usia lanjut memerlukan perhatian khusus dalam perawatan sehari-hari. Di Suaka Beruang Madu Samboja Lestari, mereka mendapatkan pakan tambahan seperti dog food khusus serta multivitamin untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
Meski telah menua, mereka tetap didorong untuk tetap aktif. Para teknisi memastikan beruang-beruang ini tetap keluar dari kandang untuk beraktivitas di enklosur, menikmati lingkungan alami yang membantu menjaga kesehatan fisik dan mental mereka.
Selain itu, beberapa latihan perawatan medis juga rutin dilakukan, seperti latihan membuka mulut dan pemotongan kuku. Latihan membuka mulut membantu tim medis memeriksa kondisi gigi dan rongga mulut, sementara pemotongan kuku diperlukan karena beruang tua cenderung lebih jarang menggunakan kukunya untuk menggali atau mencakar kayu seperti saat mereka masih muda.
Di antara para penghuni beruang madu lanjut usia, Bali adalah salah satu yang paling menarik perhatian. Saat ini, Bali telah mencapai usia sekitar 45 tahun, usia yang sangat tua bagi seekor beruang madu.
Perjalanan Bali tidak selalu mudah. Pada tahun 2023 lalu, ia sempat mengalami kondisi serius ketika kedua kaki belakangnya mengalami kelumpuhan. Saat itu, Bali tidak mampu menggerakkan kakinya dan hanya bisa menyeret bagian tubuh belakangnya ketika mencoba berjalan.
Melihat kondisinya, tim medis segera memberikan perawatan intensif. Untuk sementara waktu, Bali tidak diperbolehkan bermain di enklosur agar ia bisa fokus menjalani pemulihan. Ia mendapatkan pengobatan rutin setiap pagi dan sore, sementara para teknisi dengan sabar merawatnya setiap hari.
Menyaksikan Bali berusaha bergerak hanya dengan mengandalkan kaki depannya tentu menghadirkan rasa haru bagi tim yang merawatnya. Namun di balik keterbatasannya saat itu, Bali menunjukkan sesuatu yang luar biasa yaitu semangat untuk terus bertahan.
Kerja keras Bali dan perawatan yang konsisten dari tim akhirnya mulai menunjukkan hasil. Memasuki tahun 2024, kondisi Bali perlahan membaik. Ia mulai mampu berdiri dan berjalan kembali menggunakan keempat kakinya, meskipun langkahnya masih terlihat sedikit goyah.
Melihat perkembangan ini, tim medis dan teknisi kami terus melakukan observasi dengan cermat. Saat kondisi cuaca cerah dan tubuhnya cukup kuat, Bali kembali diperbolehkan keluar ke enklosur agar ia dapat beraktivitas secara bertahap. Setiap langkah kecil yang diambil Bali menjadi tanda kemajuan yang berarti.
Kisah Bali menjadi pengingat bahwa bahkan di usia yang sangat tua, semangat untuk hidup tetap ada. Dengan perawatan yang tepat, perhatian yang penuh kesabaran, serta lingkungan yang mendukung, beruang madu lanjut usia masih dapat menikmati hidup dengan layak.
Di Suaka Beruang Madu Samboja Lestari, baik individu yang masih muda maupun yang sudah menua tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup dengan aman dan sejahtera. Dan bagi beruang madu Bali, setiap langkah yang kini ia ambil di usia senjanya adalah bukti bahwa harapan selalu ada, bahkan bagi mereka yang telah menempuh perjalanan hidup yang panjang.