PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Memasuki usianya yang ke-25 tahun dan dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional yang diselanggarakan setiap tanggal 22 April, BOS Foundation memberangkatkan lagi sebanyak 12 individu orangutan dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng menuju titik-titik pelepasliaran yang telah ditentukan sebelumnya di Hutan Lindung Bukit Batikap.
Ada dua pemberangkatan dalam pelepasliaran orangutan Nyaru Menteng ke-12 ini, di tanggal 11 dan 20 April. Delapan orangutan yang terlebih dahulu diberangkatkan adalah Gina, Zakia, Sule, Kevin, Ella, Lomon, Olivia, dan Belli. Sementara Sofi, Suta, Olbert, dan Nobri diberangkatkan pada 20 April. Proses pembiusan dilakukan oleh para dokter hewan kami di komplek karantina Nyaru Menteng 3.
Mengangkut orangutan yang sudah dibius ke kandang transport. Pada pemberangkatan kedua, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, para perempuan dalam Tim Orangutan Release kami menunjukkan ketangguhan mereka dalam upaya melestarikan kehidupan Orangutan Kalimantan di habitat alaminya.
Setelah melakukan pembiusan, para orangutan pun diberangkatkan menuju Hutan Lindung Bukit Batikap (Batikap), di mana dalam pemberangkatan pertama dan kedua, semuanya melewati jalur yang sama, yaitu melalui jalur darat dan sungai. Setiap dua jam sekali tim berhenti untuk mengecek kondisi orangutan.
Dalam pemberangkatan pertama, di PT. Bumi Barito Mineral (Cokal Ltd), Lomon, Belli, Ella, dan Olivia menjalani proses pemulihan dan kemudian tim melanjutkan perjalanan menuju Camp B selama dua jam menggunakan mobil 4×4. Dari Camp B menuju Camp PRM Totat Jalu di Batikap, moda transportasi dilanjutkan menggunakan klotok, dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan.
Gina, Zakia, Sule, dan Kevin pun berhasil meraih kebebasannya di Hutan Lindung Bukit Batikap pada 18 April 2016!
Lomon merupakan orangutan jantan yang pernah menjadi bintang dalam serial BBC Orangutan Diary, menjadi orangutan ke-200 yang berhasil dilepasliarkan ke hutan dalam pelepasliaran orangutan Nyaru Menteng ke-12 ini.
Jika kita kembali pada April 2006 lalu, Lomon datang dalam keadaan yang sungguh memprihatinkan. Tapi, lihat dia sekarang. Lomon akhirnya berhasil dilepasliarkan di Batikap pada 19 April 2016 lalu. drh. Agus Fachroni yang ikut menyelamatkan Lomon pertama kali, sukses mengantarkan Lomon ke rumah sejatinya, di Hutan Lindung Bukit Batikap.
Selamat Datang di Batikap, Sofi, Suta, Nobri, dan Olbert!
CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite memimpin pemberangkatan orangutan release kedua ini. Setelah para Tim Orangutan Release melakukan prosesi adat “Tampung Tawar” pada 20 April di depan Kantor BKSDA Kalimantan Tengah, waktunya bagi Sofi, Suta, Nobri, dan Olbert untuk diberangkatkan ke Hutan Lindung Bukit Batikap.
Prosesi adat “Tampung Tawar” sebagai bentuk dukungan masyarakat setempat terhadap pelepasliaran orangutan rehabilitasi BOS Foundation Nyaru Menteng ke habitatnya di Hutan Lindung Bukit Batikap.
Sofi, Suta, Nobri dan Olbert, langsung ke Hutan Lindung Bukit Batikap tanpa dilakukan pemulihan di Batu Ampar. Keempatnya berhasil dilepasliarkan di Hutan Lindung Bukit Batikap pada 22 April 2016!
Sejak tahun 2012 hingga kini, BOS Foundation di Nyaru Menteng telah melepasliarkan total 155 orangutan ke habitat alami mereka di Hutan Lindung Bukit Batikap. Dengan dilepasliarkannya 12 orangutan ini, maka orangutan yang dilepasliarkan di Batikap oleh Nyaru Menteng menjadi 167 individu.
Gina, Zakia, Sule, Kevin, Ella, Lomon, Olivia, Belli, Sofi, Suta, Olbert, dan Nobri telah meraih kebebasannya di hutan. Kini mereka telah menjadi orangutan liar seutuhnya yang hidup di belantara Hutan Lindung Bukit Batikap.
Selamat datang di rumah baru kalian!