KEKUATAN KITA, PLANET KITA
Setiap tanggal 22 April, jutaan orang di seluruh dunia berhenti sejenak untuk mengingat satu hal sederhana sekaligus penting: Bumi adalah rumah kita bersama.
Klaus diselamatkan oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan staf BOS Foundation Samboja Lestari pada 23 Mei 2018. Di usia 3 tahun, ia ditemukan berkeliaran sendirian di daerah Mentoko, Kalimantan Timur. Beberapa hari sebelumnya, peneliti dari Taman Nasional Kutai menemukan mayat orangutan betina dewasa membusuk, yang diduga induk Klaus, di lokasi tak jauh dari tempatnya ditemukan. Saat awal kedatangannya di Samboja Lestari, Klaus dalam kondisi kurus dan mengalami trauma berat karena kehilangan induknya. Ia sangat pendiam dan hanya akan duduk diam di komplek karantina.
Setelah 8 bulan direhabilitasi di Samboja Lestari, Klaus telah lulus karantina dan berat badannya kini 14 kilogram. Klaus semakin percaya diri dan tidak suka terlalu banyak berinteraksi dengan manusia, pertanda kuat bahwa ia masih menunjukkan perilaku liar.
Klaus lebih suka bermain dan memanjat tali-temali sendirian, dan akan membangun sarang dari dedaunan dan ranting yang diberikan babysitter. Meski lebih suka menyendiri, ia akan sesekali bermain dengan temannya, Ecky.
Ketika Klaus sedang membangun sarang, Ecky seringkali akan muncul untuk mengganggunya dan membongkar sarang hasil karyanya. Ini adalah cara Ecky untuk memberitahu Klaus bahwa ia ingin bermain. Jika Klaus tertarik, ia akan merespon dengan bergulat dengan Ecky. Namun, jika ia sedang tidak ingin bermain, atau ingin sendirian, Klaus akan meninggalkannya. Begitulah Klaus yang tenang dan pendiam!
Jika Klaus dalam kondisi sehat pada pemeriksaan kesehatan berikutnya, tim medis akan memindahkannya ke Sekolah Hutan. Di sana, ia akan mendapat kesempatan untuk belajar dan mengasah, kemampuan bertahan hidup vital, yang kelak ia butuhkan untuk hidup di hutan sebagai orangutan liar sejati.