Apakah kamu member?

TIM PRM BEKERJA DARI HUTAN, SEPERTI BIASA

Sampai saat ini, telah tiga pekan BOS Foundation menutup pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah dari kunjungan publik, serta situs pelepasliaran Hutan Kehje Sewen (Kalimantan Timur), Hutan Lindung Bukit Batikap dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (Kalimantan Tengah) dari tenaga relawan, dan peneliti. Namun begitu, tim Post Release Monitoring (PRM) kami di hutan tetap menjalankan rutinitas harian, kegiatan patroli dan pengamatan terhadap orangutan.

Karena situs-situs pelepasliaran orangutan kami terletak di lokasi yang terpencil, maka umumnya jauh dari populasi manusia tempat COVID-19 saat ini menyebar. Kami mengisolasi lokasi-lokasi ini dengan menghentikan kedatangan sukarelawan dan peneliti baru, dan ini membantu membatasi perjalanan antara kamp dan desa terdekat hanya untuk kepentingan dasar seperti transportasi logistik dan gaji. Kami membatasi hanya manajer atau koordinator kamp yang boleh melakukan perjalanan ke pusat-pusat rehabilitasi apabila sangat diperlukan.

Selama perjalanan panjang dari kota menuju ke kamp, kami berusaha menyewakan kendaraan pribadi, untuk membatasi kontak dengan masyarakat umum. Apabila ini tidak bisa dilakukan, staf langsung dikarantina selama dua minggu begitu mencapai kamp. Apabila kami mendapat kendaraan pribadi untuk disewa, karantina dilakukan sebelum berangkat di area aman di pusat rehabilitasi. Namun, kami menyadari bahwa upaya ini masih mengandung celah kesalahan, sehingga semua staf di kamp memeriksakan suhu badan setiap pagi, segera diisolasi jika jatuh sakit, diberi suplemen vitamin, melakukan pembersihan kamp menggunakan desinfektan, ​​dan mempertahankan jarak minimal 10 meter dengan semua orangutan.

Dengan langkah-langkah pencegahan ini, tim PRM kami bisa terus melakukan pekerjaan mereka. Pagi-pagi sekali, tim PRM berangkat meninggalkan kamp atau pondok monitoring melalui transek-transek untuk memantau dan mengamati orangutan yang dilepasliarkan. Tim PRM kami terus melakukan hal ini sampai tiba saat kembali ke kamp di sore hari. Semua data mengenai kegiatan dan perilaku orangutan yang terkumpul hari itu dibahas bersama tim dalam pertemuan di malam hari.


Tim PRM pun melakukan survei fenologi untuk mengumpulkan data tumbuhan yang ditemukan di hutan. Data fenologi ini menunjukkan lokasi dan siklus berbuah musiman dari tumbuhan pakan orangutan. Dengan data ini, kami bisa memprediksi lokasi terbaik pelepasliaran orangutan, karena orangutan yang baru dilepasliarkan perlu segera makan agar bisa menyintas di hutan.

Anggota tim yang tidak melakukan kedua kegiatan di atas biasanya mendapat tugas membersihkan transek agar mudah dilalui, mengecek tingkat curah hujan dan kelembaban, melakukan survei keanekaragaman hayati, atau patroli wilayah. Meskipun lokasi pelepasliaran orangutan yang kami kelola jauh dari jangkauan masyarakat, kami tetap memastikan hutan wilayah kerja kami aman.

Jika dirimu bisa bekerja dari rumah selama karantina untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, upaya pembatasan sosialmu tentu akan bermanfaat. Tetapi mohon jangan lupakan upaya pelestarian satwa nan luar biasa ini. Kami tetap butuh bantuan dan dukunganmu untuk melindungi orangutan dan habitatnya!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup