PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Beberapa bulan terakhir, Sayang tidak menampakan diri di sekitar Kamp Lesik. Biasanya, keluarga Sayang dan keluarga Lesan banyak menghabiskan waktu bersama di sekitar Kamp Lesik. Namun, beberapa bulan terakhir hanya terlihat keluarga Lesan beserta kedua anaknya.
Baru-baru ini, Sayang dan anak perempuannya, Padma baru terlihat di transek utama, masih dekat dengan Kamp Lesik. Keduanya tengah asyik mengunyah buah Ficus, sp. Seperti biasa, tim Post-Release Monitoring (PRM) kami langsung melakukan observasi kepada individu orangutan ibu dan anak tersebut.
Kali ini, Sayang memberikan kejutan baru untuk tim PRM kami. Saat diperhatikan dengan lebih saksama, perut Sayang nampak lebih besar dan vulvanya membengkak. Sepertinya anggota keluarga Sayang akan bertambah satu. Sayang mengikuti jejak Lesan, memberikan kabar gembira untuk populasi orangutan di Hutan Kehje Sewen!
Kami tidak sabar melihat bayi baru itu lahir dan meramaikan populasi orangutan di Hutan Kehje Sewen. Padma akan segera menjadi seorang kakak seperti Ayu, anak pertama Lesan!
Baca juga: AYU AKAN MENJADI SEORANG KAKAK!