Pusat Rehabilitasi Samboja Lestari kembali menerima seekor beruang madu (Helarctos malayanus) dalam kondisi yang memprihatinkan. Individu berjenis kelamin betina ini tiba dalam keadaan lemah dan kelelahan setelah dievakuasi oleh tim BKSDA Seksi Wilayah II Tenggarong.
Penyelamatan Berawal dari Laporan Warga
Menurut keterangan tim BKSDA Kalimantan Timur, laporan pertama diterima pada Kamis, 26 Maret 2026, pukul 22.04 WITA dari Polsek Muara Kaman melalui seorang warga bernama Bapak Pandi. Laporan tersebut menyebutkan adanya seekor beruang madu yang diduga terjerat perangkap jerat di Desa Lebahulak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas KSDA Seksi Wilayah II segera menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi pada 27 Maret 2026 pukul 00.13 WITA. Saat ditemukan, beruang madu betina dewasa tersebut berada dalam kondisi sangat lemah dan hampir tidak mampu bergerak.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka lecet pada bahu kiri, luka kering pada kaki depan kiri yang diduga akibat jerat, serta pergeseran pada tiga jari kaki depan kanan. Selain itu, kondisi tubuhnya sangat kurus, lemah, dan sulit bergerak. Gigi taringnya tampak tumpul, seolah pernah dipotong atau mengalami kerusakan sebelumnya.
Sebagai penanganan awal, tim BKSDA memberikan madu dan larutan gula untuk membantu memulihkan energinya sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter hewan setempat.
Penanganan Awal dan Pemindahan ke Samboja Lestari
Setelah dokter hewan tiba dan melakukan pemeriksaan lanjutan di kantor KSDA Seksi Wilayah II, beruang madu tersebut segera mendapatkan terapi cairan melalui infus untuk menangani dehidrasi dan kondisi tubuh yang melemah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, fase kritis awal telah terlewati, namun ia masih memerlukan perawatan intensif untuk proses pemulihan selanjutnya.
Setelah kondisinya dinilai cukup stabil untuk proses transportasi, BKSDA SKW II Tenggarong memutuskan untuk memindahkan beruang madu tersebut ke Samboja Lestari agar dapat memperoleh perawatan medis dan kesejahteraan satwa yang lebih menyeluruh.
Setibanya di Samboja Lestari, tim medis segera melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih detail.
Kondisi Medis: Kurus, Usia Tua, dan Temuan Fragmen Logam
Hasil penimbangan menunjukkan bahwa berat tubuh beruang hanya sekitar 23 kilogram, jauh di bawah berat normal beruang madu dewasa. Kondisi ini mengindikasikan bahwa individu tersebut kemungkinan telah mengalami kesulitan mencari pakan atau bergerak dengan baik di alam liar dalam jangka waktu yang cukup lama.
Pemeriksaan lanjutan menggunakan sinar-X menemukan adanya benda dan fragmen logam di bagian lengan kirinya, yang diduga merupakan pelet dari senapan angin. Temuan ini mengindikasikan bahwa beruang tersebut kemungkinan bukan hanya menjadi korban jerat, melainkan juga pernah ditembak.
Hasil observasi medis juga menunjukkan bahwa beruang ini sudah tergolong tua, diperkirakan berusia lebih dari 30 tahun. Hal ini terlihat dari mulai terbentuknya katarak pada kedua matanya, banyak gigi yang hilang, serta bulu yang mulai berubah warna menjadi abu-abu di beberapa bagian tubuhnya.
Mengingat usia yang sudah lanjut dan kondisi fisik yang lemah, proses pemulihannya diperkirakan akan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Berjuang Pulih di Usia Senja
Saat ini, beruang madu betina tersebut masih menjalani perawatan intensif dari tim medis dan kesejahteraan satwa di Samboja Lestari. Perawatannya meliputi terapi cairan, penanganan luka, pemantauan kondisi tulang dan persendian, serta pemberian nutrisi tambahan untuk meningkatkan berat badan dan kekuatan tubuhnya.
Secara perlahan, kondisinya mulai menunjukkan perkembangan yang positif, meskipun ia masih belum mampu bergerak aktif seperti individu lain yang lebih sehat. Tim terus memantau perkembangannya setiap hari dan memastikan ia mendapatkan perawatan terbaik di masa tuanya.
Kisah beruang madu tua ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap satwa yang diselamatkan, selalu ada perjalanan panjang, luka, dan perjuangan untuk bertahan hidup. Kini, di Samboja Lestari, beruang madu tua ini telah mendapatkan kesempatan kedua untuk beristirahat, pulih, dan menjalani sisa hidupnya dengan aman serta perawatan yang layak.