POHON KARET WARISAN MASYARAKAT
Program ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan BOS untuk mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Diselamatkan pada pertengahan tahun 2025, Momo kini melanjutkan perjalanan rehabilitasinya di Kelompok Nursery, tempat para orangutan muda mulai mempelajari keterampilan hidup dasar dalam lingkungan yang aman dan penuh dukungan. Bersama teman-teman sebayanya, Momo perlahan membentuk kepribadiannya sendiri. Meski usianya masih sangat muda, Momo telah menunjukkan bahwa ia bukanlah orangutan yang hanya diam dan mengamati. Sebaliknya, ia lebih senang menjelajah.
Di antara kelompok bayi orangutan, Momo dengan cepat menonjol sebagai individu yang aktif dan penuh rasa ingin tahu. Saat mengikuti kegiatan Sekolah Hutan, ia kerap berjalan lebih jauh dibandingkan teman-temannya dan tenggelam dalam keseruan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Semangat jelajahnya ini terkadang membuat ibu asuh harus memanggilnya dengan suara yang cukup keras agar Momo mendengar ketika tiba waktunya mengambil buah atau kembali ke kelompok.
Baca juga: PERJALANAN PENYELAMATAN BAYI ORANGUTAN DARI KUALA KURUN
Namun, di balik sifat mandirinya, Momo tetap membutuhkan rasa aman. Saat hari sekolah berakhir dan ia dipanggil kembali, Momo sesekali meminta untuk digendong hingga kembali ke area inap. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik jiwa petualangnya, Momo masihlah bayi orangutan yang membutuhkan kenyamanan dan rasa tenang.
Momo juga mulai menunjukkan perkembangan dalam hal menjaga ruang pribadinya. Ketika melihat wajah-wajah yang belum dikenalnya, termasuk petugas medis, ia cenderung memilih untuk menjaga jarak. Jika seseorang berada terlalu dekat dengannya, Momo dapat melempar ranting kecil untuk menujukkan ketidaknyamanannya.
Menurut ibu asuh, perilaku ini kemungkinan dipengaruhi oleh Rumba yang sebelumnya berada di kelas yang sama dengan Momo. Rumba dikenal sering menunjukkan ketidaksukaannya dengan cara serupa. Pengamatan ini menunjukkan bagaimana bayi orangutan belajar secara sosial, meniru isyarat, dan perilaku dari teman-temannya sebagai bagian dari perkembangan emosional dan sosial mereka.
Seperti beberapa teman sekelasnya, termasuk Nia, Momo pernah mengalami gangguan kesehatan ringan. Ditemukan kutu atau tungau berukuran sangat kecil di sekitar matanya. Beruntung, kondisi ini tidak tampak mengganggu aktivitas Momo dan ia tetap berperilaku aktif seperti biasa.
Baca juga: PULIH, BELAJAR, DAN TUMBUH DI SEKOLAH HUTAN
Meski demikian, para ibu asuh dan tim medis kami tetap mengambil langkah pencegahan untuk melindungi kesehatannya. Salep khusus dioleskan secara hati-hati di sekitar kelopak mata Momo untuk menghilangkan parasit dan mencegahnya berkembang biak. Pemantauan rutin dilakukan agar Momo tetap mendapatkan perawatan optimal tanpa menghambat kegiatan belajarnya sehari-hari.
Kisah Momo di Sekolah Hutan bukan hanya tentang pertumbuhan fisik, tetapi juga tentang proses belajar membangun kepercayaan diri, memahami batasan, dan menumbuhkan rasa percaya. Dengan perawatan yang konsisten dari tim medis serta pendampingan penuh kesabaran dari para ibu asuhnya, Momo terus berkembang sesuai dengan ritmenya.
Setiap hari, Momo selangkah lebih dekat menuju masa depan sebagai orangutan muda yang tangguh. Dengan waktu, perhatian, dan kasih sayang, perjalanan Momo perlahan terukir menuju kehidupan di mana ia dapat tumbuh sebagai orangutan yang kuat dan percaya diri.