Apakah kamu member?

PULIH, BELAJAR, DAN TUMBUH DI SEKOLAH HUTAN

Diselamatkan pada pertengahan tahun 2025, Nia terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam perjalanan rehabilitasinya di Kelompok Nursery. Meski sempat menghadapi gangguan kesehatan ringan dalam beberapa bulan terakhir, Nia tetap aktif, penuh rasa ingin tahu, dan berenergi. Hal ini mencerminkan ketangguhannya sekaligus perhatian penuh yang ia terima setiap hari.

Tanda Awal dan Perawatan Medis

Pada bulan Agustus, para pengasuh memperhatikan adanya perubahan warna kekuningan pada mata kanan Nia. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, tim medis mendiagnosis Nia mengalami luka kornea (corneal ulcer). Penanganan segera diberikan melalui pemberian obat tetes mata. Kondisinya menunjukkan perbaikan yang cepat, dan keesokan harinya Nia dinyatakan negatif.

Baca juga: PENDATANG BARU DI PUSAT REHABILITASI ORANGUTAN NYARU MENTENG

Namun, setelah itu Nia terlihat lebih sering menggosok-gosok matanya, menandakan adanya rasa tidak nyaman. Setelah diperiksa lebih lanjut, tim medis menemukan adanya kutu atau tungau berukuran sangat kecil di area kelopak matanya. Ukurannya yang sangat kecil membuat parasit ini harus diamati dengan cermat. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh Nia, tetapi juga ditemukan pada beberapa orangutan lain di Kelompok Nursery, seperti Momo.

Untuk mengatasinya, tim medis melanjutkan perawatan dengan mengombinasikan penggunaan salep mata dan obat tetes mata. Langkah ini dilakukan untuk memastikan parasit tersebut dapat terlepas, hilang, dan tidak berkembang biak. Hingga saat ini, perawatan masih terus berlangsung dengan pemantauan ketat terhadap kondisi Nia.


Tetap Aktif Meski Mengalami Ketidaknyamanan

Meski mengalami gangguan di area mata, Nia sama sekali tidak menunjukkan penurunan aktivitas. Ia tetap lincah dan aktif mengikuti kegiatan Sekolah Hutan, termasuk memanjat pohon-pohon tinggi dan bergerak dengan percaya diri di antara tajuk pepohonan. Nia bahkan mulai berlatih membuat sarang, sebuah keterampilan penting bagi orangutan di alam liar. Meski sarang yang dibuatnya belum cukup kokoh karena usianya yang masih muda, upaya-upaya awal ini menjadi bagian penting dari proses belajarnya.

Baca juga: PERKEMBANGAN ORANGUTAN JENNY DI SAMBOJA LESTARI

Setiap hari di Sekolah Hutan, Nia biasanya langsung memanjat pohon sambil membawa buah di tangannya. Setelah buah tersebut habis, ia akan mencari pucuk daun muda untuk dimakan. Perilaku ini tampaknya terinspirasi dari sahabatnya, Selfie, yang dikenal sangat gemar memakan pucuk daun muda hingga sering kali daun tersebut menempel di bibirnya. Dengan mengamati dan meniru Selfie, Nia mulai mengembangkan kebiasaan serupa, mencerminkan bagaimana bayi orangutan belajar melalui interaksi sosial.

Selain memanjat dan mencari makan, Nia juga menikmati waktu bermain di lantai hutan. Salah satu kegiatan favoritnya adalah bermain dan berendam di kubangan air berlumpur yang ada di area Sekolah Hutan. Tidak jarang ia kembali dengan tubuh basah dan penuh lumpur. Hal ini menjadi tanda keceriaan, eksplorasi, serta rasa nyaman Nia terhadap lingkungannya.

Tumbuh dengan Perawatan dan Kepercayaan Diri

Kisah Nia mencerminkan pentingnya perawatan medis yang teliti sekaligus ruang bagi bayi orangutan untuk tetap aktif dan mengekspresikan diri selama masa pemulihan. Dengan perawatan berkelanjutan, pemantauan intensif, serta dukungan penuh dari para ibu asuhnya, Nia terus tumbuh menjadi individu yang semakin kuat, baik secara fisik maupun perilaku.

Setiap hari membawa pelajaran baru, tantangan kecil, dan kemajuan yang berarti. Selangkah demi selangkah, Nia belajar menjadi orangutan, membangun keterampilan yang kelak akan ia butuhkan untuk bertahan hidup di alam liar.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup