EKSPEDISI MONITORING & INVENTARISASI BIODIVERSITAS
Di balik lebatnya hutan Kehje Sewen, ada sekelompok orang yang berjalan bukan untuk berpetualang, bukan pula untuk mencari pengakuan.
Di sela aktivitasnya, Tim PRM (Post Release Monitoring) di Kehje Sewen, Kalimantan Timur beberapa minggu lalu mengunjungi masyarakat suku Dayak Punan, di Muara Soh. Suku Dayak Punan ini adalah salah satu suku asli Kalimantan yang tinggal di dalam hutan Kehje Sewen. Tim PRM mengunjungi warga disana untuk memberikan beberapa bahan material untuk perbaikan rumah tinggal mereka.
Mereka menyambut gembira tim PRM yang datang berkunjung dan segera semua larut dalam obrolan hangat sambil menikmati santapan bersama dari bekal yang dibawa. Hutan Kehje Sewen yang dikelola PT RHOI sebenarnya merupakan wilayah adat suku Dayak Wehea, dan suku Dayak Punan adalah suku lain yang tinggal di kawasan ini.
Masyarakat Dayak Punan mendapatkan penghasilan dari jasa penyebrangan perahu “ketinting” dengan tarif Rp 500.000 untuk sekali penyebarangan. Pelanggan tetap mereka ialah para pencari kayu gaharu dan pencari sarang burung walet.
Sebelum senja mulai turun, tim PRM bergegas untuk kembali ke Kamp Lesik.