Apakah kamu member?

SALLY DAN TEMAN KECIL BERBULUNYA

Sally, orangutan betina yang sebelumnya tinggal di Kompleks Sosialisasi Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari bersama Anggoro, kini telah melangkah ke tahap penting dalam perjalanan rehabilitasinya. Ia dipindahkan ke Pulau Pra-Pelepasliaran Juq Kehje Swen yang terletak di Kecamatan Muara Wahau, Kalimantan Timur. Perpindahan ini menandai fase krusial dalam mempersiapkan Sally untuk hidup mandiri di alam liar.

Kehidupan di Pulau Pra-Pelepasliaran Juq Kehje Swen

Saat ini, Sally menjadi satu-satunya orangutan rehabilitasi yang tinggal di pulau pra-pelepasliaran tersebut. Di bawah pengawasan dan pemantauan rutin Tim Juq Kehje Swen kami, ia terus beradaptasi dengan lingkungan alaminya sambil melatih keterampilan bertahan hidup yang penting, seperti memanjat, mencari pakan alami, dan membangun sarang.

Baca juga: BUNGA LANGKA DI HUTAN KEHJE SWEN

Hidup di pulau pra-pelepasliaran memungkinkan Sally merasakan kondisi yang sangat menyerupai habitat alaminya di alam liar. Dengan intervensi manusia yang minim, ia didorong untuk mengandalkan insting dan perilaku alaminya. Hari demi hari, Sally menjelajahi pulau untuk beradaptasi dan semakin percaya diri dalam mengeksplorasi lingkungannya. Ini merupakan sebuah indikator penting kesiapan menuju tahap pelepasliaran.

Persahabatan Tak Terduga di Dalam Hutan

Di balik keseriusan proses rehabilitasinya, Sally memperlihatkan sisi kehidupan di pulau yang hangat dan tak terduga. Selama kegiatan monitoring harian, tim kami mengamati bahwa Sally membentuk ikatan unik dengan teman kecil berbulu yaitu seekor ulat. Makhluk kecil ini merupakan larva ngengat dari kelas Lepidoptera.

Read also: PULAU 8 KINI RAMAI SEKALI!

Menariknya, Sally membawa ulat ini ke mana pun ia pergi, baik saat berjalan di lantai hutan maupun ketika berpindah dari satu pohon ke pohon lain di ketinggian. Pada beberapa kesempatan, tim monitoring kami mendapati Sally asyik bermain dengan teman kecilnya. Ulat tersebut sering diletakkan dengan lembut di sekitar wajahnya seperti di sekitar bibir, pipi, atau kening bahkan terkadang juga di tangannya.


Eksplorasi, Bermain, dan Perhatian yang Lembut

Sally tampak benar-benar menikmati eksplorasi pulau dengan ditemani sahabat kecilnya. Jika ulat itu terjatuh, Sally akan menghentikan aktivitasnya sejenak untuk mencarinya sebelum melanjutkan penjelajahan. Bahkan saat waktu makan, Sally dengan hati-hati menaruh temannya di sampingnya hingga ia selesai makan, lalu mengembalikannya ke wajahnya.

Perilaku yang lembut dan penuh perhatian ini menyoroti rasa ingin tahu serta kepekaan Sally terhadap lingkungannya, sekaligus memberikan gambaran langka tentang kompleksitas emosional dan kognitif orangutan.

Harmonisasi Antarspesies

Interaksi seperti ini bukanlah hal yang sepenuhnya baru di lokasi rehabilitasi BOS Foundation. Pengamatan serupa pernah tercatat sebelumnya, seperti Koko dan Winey, dua orangutan di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng kami yang terlihat menghabiskan waktu dan berbagi makanan bersama monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di feeding platform.

Baca juga: SERUNYA PERSAHABATAN

Kisah Sally dan teman kecilnya mengingatkan kita bahwa hutan yang sehat dan terlindungi menyediakan ruang bagi interaksi antarspesies yang luar biasa dan tak terduga. Momen-momen kecil syarat makna ini mencerminkan kekayaan keanekaragaman hayati serta keseimbangan rapuh dalam ekosistem hutan.

Melindungi Hutan, Menjaga Kisah Kehidupan

Sebagai manusia yang mampu mengubah ekosistem dalam skala global, kita memikul tanggung jawab untuk melindungi hutan dan seluruh kehidupan di dalamnya. Dengan menjaga habitat alami, kita memastikan bahwa kisah-kisah unik dan menghangatkan hati seperti Sally dan teman kecilnya dapat terus berlangsung di alam, sebagaimana yang dikehendaki oleh alam itu sendiri.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup