SIAPA YANG KUAT, DIA YANG BERTAHAN!
Di sore hari yang teduh, aku sedang duduk di atas pohon tumbang di tepi sungai untuk mencari satwa-satwa di sekitar kamp Nles Mamse yang dapat kupotret.
Kami bekerja keras untuk melindungi orangutan kalimantan dan habitatnya demi generasi mendatang. Berikut beberapa cara kami mewujudkan dunia tempat orangutan dan alam bertahan dan berkembang.
Di sore hari yang teduh, aku sedang duduk di atas pohon tumbang di tepi sungai untuk mencari satwa-satwa di sekitar kamp Nles Mamse yang dapat kupotret.
Di siang hari yang tidak terlalu terik, tim Post-Release Monitoring (PRM) kami melakukan penjelajahan hingga ke Puncak Leke, Hutan Kehje Sewen, untuk mencari tanda-tanda keberadaan orangutan.
Sikatan Melayu (Cyornis turcosus) adalah burung kecil berukuran 13 cm dengan bulu yang didominasi warna biru tua. Burung ini memiliki kicauan yang lembut dan merdu. Ketika merasa terancam, dia akan mengeluarkan suara peringatan yang cukup keras.
Elang ikan-kecil (Ichthyophaga humilis) adalah burung pemangsa yang lebih sering ditemukan di pinggir sungai dengan kondisi air yang masih alami, seperti Sungai Hiran, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kalimantan Tengah.
Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) atau Tajaku, sebutan bagi masyarakat Dayak Punan Aput yang bermukim di Desa Long Sule dan Long Pipa merupakan satwa yang hanya bisa ditemukan di Sumatera dan Kalimantan.